Category Archives: Uncategorized

A container and suicidal.

being hit by a maersk container as an idea of commiting suicidal. somehow i have a thought of being the main character and it’s quite beautiful.

image

found this one interesting. this pic belongs to me, and the flashfiction inside belongs to well-i-forgot-who-was-she but yes, she’s an ask.fm user.

1256: Bumi Merekah, Magma Melimpah dan Nyaris Mengubur Madinah

Ekliptika

Gambar 1. Semburan magma basaltik hingga setinggi sekitar 100 meter menyeruak dari retakan di padang Holuhraun, sebagai perwujudan dari erupsi efusif Gunung Bardarbunga di Islandia. Letusan tidak menyemburkan debu vulkanik pekat ke langit, namun melelerkan lava panas membara yang mengukir permukaan tanah layaknya sungai api. Diabadikan oleh tim Reykjavik Helicopters pada awal September 2014. Sumber: Reykjavik Helicopters, 5 September 2014. Gambar 1. Semburan magma basaltik hingga setinggi sekitar 100 meter menyeruak dari retakan di padang Holuhraun, sebagai perwujudan dari erupsi efusif Gunung Bardarbunga di Islandia. Letusan tidak menyemburkan debu vulkanik pekat ke langit, namun melelerkan lava panas membara yang mengukir permukaan tanah layaknya sungai api. Diabadikan oleh tim Reykjavik Helicopters pada awal September 2014. Sumber: Reykjavik Helicopters, 5 September 2014.

Jangan lupakan letusan besar Gunung Kelud (propinsi Jawa Timur) pada 13 Februari 2014 lalu yang demikian menggetarkan. Amukannya sempat melumpuhkan sebagian pulau Jawa. Menyusul letusan besar Gunung Sangeang Api (propinsi Nusa Tenggara Barat) pada 30 Mei 2014. Meski tak sepopuler dan tak sebesar letusan Kelud, namun muntahan debu vulkaniknya sempat melumpuhkan lalu lintas udara negeri tetangga: Australia. Syukurlah dua letusan besar tersebut tak banyak menelan korban jiwa, meski angka kerugian material yang diakibatkannya mencapai ratusan milyar rupiah. Di antara kedua letusan besar tersebut, patut dicatat pula aksi Gunung Merapi (propinsi…

View original post 3,382 more words

The Best of LIFE: 37 Years in Pictures

TIME

Over several decades spanning the heart of the 20th century, one American magazine ― calling itself, plainly and boldly, LIFE ― published many of the most memorable photographs ever made. Driven by the certainty that the art of photojournalism could tell stories and move people in ways that traditional reporting simply could not, LIFE pursued a grand vision, articulated by the magazine’s co-founder, Henry Luce, that not only acknowledged the primacy of the picture, but enshrined it.

“To see life,” Luce wrote in a now-famous 1936 mission statement, delineating both his new venture’s workmanlike method and its lofty aims. “To see the world; to eyewitness great events . . . to see and be amazed.”

The roster of talent associated with Luce’s audacious publishing gamble is, in a word, staggering: W. Eugene Smith, Margaret Bourke-White, Alfred Eisenstaedt, Carl Mydans, Andreas Feininger, John Loengard, Gordon Parks, John Dominis, Hansel Mieth…

View original post 328 more words

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika » Pusat Meteorologi Publik » Prakiraan Cuaca Indonesia

http://meteo.bmkg.go.id/prakiraan/indonesia

Reason Kaa-san postponed (or even cancelled) our three-days spending-the-holidays-or-you-may-call-it-as-a-trip #kepanjangan. d’oh! hujan sedang everywhere. plus, last night was looking sooo terrible, heavy-foggy rain, rained the highway at midnite. 😦

padahal kalau gue jadi gue /? mungkin gue bakal maksain diri pergi (sendiri).

…terus udahannya sakit. #lah

Art Talk: The Peculiar Illustrations of Anwita Citriya

Mono No Aware

Anwita Citriya

For some people, once they start drawing, they’ll never stop. Sama seperti natural-born artist pada umumnya, Anwita Citriya telah mulai menggambar sejak sejauh yang dia bisa ingat. “Bagi saya ilustrasi adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran dan ide karena saya tidak pandai berkata-kata. Saya mulai membuat lebih banyak ilustrasi sejak tahu banyak orang mengapresiasi karya saya. Feedback dari mereka juga membuat saya terus ingin lebih baik lagi,” ungkap gadis kelahiran Bandung 22 tahun lalu yang kini masih menginjak semester 7 jurusan Desain Interior di Binus University tersebut. Mengidolakan para ilustrator perempuan seperti Audrey Kawasaki, Amy Judd, Ykha Amelz, dan Amna Oriana, “misterius” menjadi kata yang biasanya terlintas ketika kita melihat karya ilustrasinya yang didominasi warna hitam dan putih serta beberapa warna pastel yang terkadang ikut menyemburat. Gaya ilustrasinya sendiri memang kental dengan pengaruh manga, namun ia juga memiliki sumber inspirasi lain dari novelis Jepang favoritnya, Haruki Murakami, yang dikenal dengan…

View original post 408 more words