The Best of LIFE: 37 Years in Pictures

TIME

Over several decades spanning the heart of the 20th century, one American magazine ― calling itself, plainly and boldly, LIFE ― published many of the most memorable photographs ever made. Driven by the certainty that the art of photojournalism could tell stories and move people in ways that traditional reporting simply could not, LIFE pursued a grand vision, articulated by the magazine’s co-founder, Henry Luce, that not only acknowledged the primacy of the picture, but enshrined it.

“To see life,” Luce wrote in a now-famous 1936 mission statement, delineating both his new venture’s workmanlike method and its lofty aims. “To see the world; to eyewitness great events . . . to see and be amazed.”

The roster of talent associated with Luce’s audacious publishing gamble is, in a word, staggering: W. Eugene Smith, Margaret Bourke-White, Alfred Eisenstaedt, Carl Mydans, Andreas Feininger, John Loengard, Gordon Parks, John Dominis, Hansel Mieth…

View original post 328 more words

Advertisements

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika » Pusat Meteorologi Publik » Prakiraan Cuaca Indonesia

http://meteo.bmkg.go.id/prakiraan/indonesia

Reason Kaa-san postponed (or even cancelled) our three-days spending-the-holidays-or-you-may-call-it-as-a-trip #kepanjangan. d’oh! hujan sedang everywhere. plus, last night was looking sooo terrible, heavy-foggy rain, rained the highway at midnite. 😦

padahal kalau gue jadi gue /? mungkin gue bakal maksain diri pergi (sendiri).

…terus udahannya sakit. #lah

Art Talk: The Peculiar Illustrations of Anwita Citriya

Mono No Aware

Anwita Citriya

For some people, once they start drawing, they’ll never stop. Sama seperti natural-born artist pada umumnya, Anwita Citriya telah mulai menggambar sejak sejauh yang dia bisa ingat. “Bagi saya ilustrasi adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran dan ide karena saya tidak pandai berkata-kata. Saya mulai membuat lebih banyak ilustrasi sejak tahu banyak orang mengapresiasi karya saya. Feedback dari mereka juga membuat saya terus ingin lebih baik lagi,” ungkap gadis kelahiran Bandung 22 tahun lalu yang kini masih menginjak semester 7 jurusan Desain Interior di Binus University tersebut. Mengidolakan para ilustrator perempuan seperti Audrey Kawasaki, Amy Judd, Ykha Amelz, dan Amna Oriana, “misterius” menjadi kata yang biasanya terlintas ketika kita melihat karya ilustrasinya yang didominasi warna hitam dan putih serta beberapa warna pastel yang terkadang ikut menyemburat. Gaya ilustrasinya sendiri memang kental dengan pengaruh manga, namun ia juga memiliki sumber inspirasi lain dari novelis Jepang favoritnya, Haruki Murakami, yang dikenal dengan…

View original post 408 more words