Rev Up Your Writing with Our Blogging U. Challenge

woah. interesting lah

The WordPress.com Blog

Lots of us start blogs with the intention of writing regularly, but quickly find ourselves struggling to sit down at the keyboard. Cultivating a consistent writing habit isn’t as easy as starting a blog — but we can help!

Writing 101: Building a Blogging Habit is a write-every-day challenge designed to help you create a writing habit, publish posts that mesh with your blog’s focus, and push you a bit as a writer. It’s also a great way to make new friends and find new favorite reads. All bloggers are welcome, whether you use WordPress.com, are self-hosted, or use another platform entirely.

Here’s how it works:

  • We’ll post a new writing assignment just for Writing 101 each weekday in June on The Daily Post. Assignments will publish at 10:00 AM EST (14:00 PM GMT). You can follow The Daily Post to get assignment notifications.
  • There are no weekend assignments — you’re…

View original post 197 more words

Being Ignored.

Ketakutan saya terhadap masa-masa itu. Selalu akan ada masa dimana masa-masa itu akan muncul kembali. Dan kenyataaannya, masa itu datang kembali.

Ketika semua orang menjadi skeptis dan apatis terhadap apa yang ingin kamu tunjukkan pada mereka. Entahlah, tentu saja ada faktor-faktor tertentu, beberapa faktor yang menyebabkan mereka tak lagi repot-repot untuk memperhatikan apa yang ingin kamu sampaikan. Mungkin karena kamu sama sekali tidak menarik, tidak menyenangkan dan membosankan. Atau, mungkinkah berdasar pada faktor kecemburuan? Entah.

Bisa jadi memang kamu sudah tidak lagi dibutuhkan oleh mereka.

Pertemananya, memang, bisa jadi berlandaskan atas kesamaan prinsip, nasib, dan perspektif. Juga buah hasil dari simbiosis mutalism yang notabene saling menguntungkan kedua belah pihak. Atau, dilandasi oleh rasa belas kasihan dari salah satu pihak.

Pada dasarnya, memang manusia adalah makhluk sosial dan homo homini lupus, serigala bagi manusia lainnya. Berkompetisi, berlomba-lomba menjadi primus interperes, yang paling kuat diantara yang kuat. Memang, setiap manusia tidak dapat mengingkari hal tersebut, bagaimanapun mereka berdalih dan menyangkal, tentu jauh di dalam lubuk hati setiap manusia selalu ingin menjadi yang paling kuat, paling hebat, diantara populasinya.

Dan tak dapat dipungkiri bahwa mereka bisa saja saling menjatuhkan diri mereka masing-masing. Demi kepentingan tiap individu.

Salma Qonitah